HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGANB KEPUTUSASAAN PADA PASIEN STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU

Penulis

  • Shovia Rizki Putri Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Angga Arfina
  • Dendy Kharisna
  • Cindy Febriyeni

Kata Kunci:

Stroke, Dukungan Keluarga, Keputusasaan

Abstrak

Proses stroke membutuhkan jangka waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhan, hal ini membuat pasien stroke bergantung pada orang-orang disekitarnya yaitu keluarga. Pasien stroke membutuhkan sebuah dukungan keluarga dalam perubahan fisik, mental maupun emosional. Keputusasaan pada pasien stroke muncul karena adanya ketidakmampuan fisik  atau kecacatan  yang  dialami dapat menimbulkan perasaan tidak berguna. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan keputusasasan pada pasien stroke di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 40 orang, menggunakan teknik sampling yaitu non probability sampling. Dengan menggunakan alat instrumen penelitian kuesioner dukungan keluarga dan keputusasaan, analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji korelasi rank spearman. Hasil dari penelitian didapatkan dukungan Keluarga kategori baik sebanyak 26 orang (65%) dan pada tingkat keputusasaan kategori normal sebanyak 27 orang (67.5%). Hasil analisa menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman, di dapatkan signifikan hubungan sangat kuat/sempurna (r=0,791). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keputusasaan (0,001).

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-02-01