FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP TINGGINYA SKOR EPDS PADA IBU NIFAS: A LITERATUR REVIEW
pdf

Kata Kunci

Depresi Postpartum; EPDS; Faktor Risiko; Ibu Postpartum; Literatur Review

Cara Mengutip

FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP TINGGINYA SKOR EPDS PADA IBU NIFAS: A LITERATUR REVIEW. (2026). HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 14(2), 376-388. https://doi.org/10.36763/nbe5mq20

Abstrak

Depresi postpartum salah satu gangguan kesehatan mental pada ibu postpartum. Deteksi dini melalui Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) penting dilakukan, namun faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan skor EPDS bervariasi antar populasi & konteks budaya. Tujuan literature review ini meninjau hasil penelitian  terbaru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi skor tinggi EPDS pada ibu postpartum tahun 2020–2025.  Literatur review dilakukan dengan pencarian di database PubMed & Elsevier (Science Direct) menggunakan keyword postpartum depression, postnatal depression, Edinburgh Postnatal Depression Scale, EPDS, risk factors, predictors, determinants, associated factors. Hasil pencarian awal 560 artikel, setelah penghapusan duplikasi menjadi 448. Screening judul dan abstrak menghasilkan 80 artikel full-text assessment. Setelah mengevaluasi kriteria inklusi eksklusi, 22 artikel layak untuk dimasukkan dalam review. Kriteria inklusi: original research, publikasi tahun 2020–2025, menggunakan EPDS, populasi ibu postpartum ≤12 bulan, dan berbahasa Inggris. Hasil review menunjukkan peningkatan skor EPDS berkaitan dengan beberapa kelompok faktor risiko: Faktor psikologis: gejala depresi/kecemasan antenatal, stres emosional, dan riwayat gangguan mental. Faktor sosial: kurangnya dukungan pasangan/keluarga, konflik rumah tangga, dan KDRT. Faktor obstetrik dan neonatal: komplikasi kehamilan (misalnya preeklamsia), persalinan sesar, nyeri pascaoperasi, komplikasi bayi, dan perawatan NICU. Faktor perilaku dan demografis: tidak menyusui, pemberian susu formula, tingkat pendidikan rendah, usia ekstrem, dan status sosial ekonomi rendah. Skrining EPDS rutin dan standarisasi cut-off diperlukan untuk deteksi dini dan pencegahan depresi postpartum lintas konteks budaya.

pdf
Creative Commons License

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Hak Cipta (c) 2026 REVITA SUSANTI, Ni Nyoman Yeyen Abriyani, Desi Nindya Kirana