Abstrak
Pendahuluan. Pendidikan keperawatan merupakan suatu proses yang harsu dilalui oleh mahasiswa perawat agar dapat menjadi tenaga kesehatan yang terampilan dan professional. Pendidikan keperawatan dapat dilakukan di kelas maupun di laboratorium sebelum menjalani praktik klinik. Peningkatan rasa percaya diri (self confidence) dan ketampilan (laboratory skill) dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan dengan metode yang tepat salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran self instructional module (SIM). Masalah kegawatdaruratan yang sering dihadapi di tempat praktik yaitu masalah airway. Kondisi ini menuntut mahasiswa perawat agar mengetahui dan dapat memberikan tindakan dalam kondisi kegawatdaruratan yaitu mempertahankan pernapasan pasien. Rasa percaya diri dan keterampilan yang baik akan mempengaruhi performa mahasiswa nantinya dalam menghadapi lingkungan kegawatdaruratan yang sebenarnya. Tujuan: Mengetahui SIM dapat meningkatkan self confidence dan laboratory skill terkait pelaksanaan airway management pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian pra experiment dengan pendekatan pretest posttest design, melibatkan 28 responden yange dipilih dengan consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan e-modul airway management, kuesioner self confidence dan lembar observasi pelaksanaan head tilt chin lift, jaw thrust, pemasangan OPA, NPA, dan suction. Hasil: Baik self confidence maupun laboratory skill menunjukkan hasil adanya pengaruh setelah pemberian intervensi SIM dengan nilai p self confidence 0,032 dan laboratory skill (head tilt chin lift, jaw thrust, pemasangan OPA, NPA, dan suction) masing-masing nilainya sama 0,001. Kesimpulan: Berdasarkan hasil maka SIM dapat menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mahasiswa perawat dalam mempelajari airway management

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Imardiani, Eric Maulana1, Muhammad Aditya