Faktor Lingkungan yang berhubungan dengan Penyakit Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru
pdf

Kata Kunci

Diarrhea, Environment

Cara Mengutip

Faktor Lingkungan yang berhubungan dengan Penyakit Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. (2025). HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 14(1), 155-165. https://doi.org/10.36763/healthcare.v14i1.621

Abstrak

Pendahuluan: Penyakit diare menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama pada balita. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 145 kasus diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Lingkungan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 ibu dari total 315 ibu yang memiliki balita sebagai populasi. Sampel dipilih secara non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita, yaitu ketersediaan jamban (p=0,003), cara penyimpanan makanan (p=0,017), cara penyediaan air minum (p=0,012), kebiasaan mencuci tangan (p=0,002) dan cara pembuangan tinja (p=0,000). Faktor sumber air bersih ditemukan tidak berhubungan secara signifikan (p=0,127) dengan penyakit diare pada balita. Kesimpulan: Faktor lingkungan yaitu ketersediaan jamban, cara penyimpanan makanan, cara penyediaan air minum, kebiasaan mencuci tangan dan cara pembuangan tinja berhubungan dengan penyakit diare pada balita.

pdf