Abstrak
Permukiman padat seperti Perumnas Mandala di Medan memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit akibat hewan vektor seperti tikus dan lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh hewan vektor serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 informan dari berbagai latar belakang. Hasil menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memiliki pemahaman tentang bahaya hewan vektor, namun tindakan preventif yang dilakukan masih terbatas dan cenderung reaktif. Faktor seperti akses informasi, pengalaman pribadi, dan kurangnya edukasi dari pemerintah memengaruhi perilaku warga. Pedagang pasar menyadari risiko terhadap kesehatan dan ekonomi, namun belum sepenuhnya menerapkan praktik sanitasi yang baik. Penelitian menyimpulkan perlunya edukasi berkelanjutan, penyediaan fasilitas lingkungan, serta dukungan aktif dari pemerintah dan kader kesehatan untuk mengurangi risiko penyakit akibat vektor.