Abstrak
Anemia merupakan kondisi yang ditandai oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal yang telah ditetapkan. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk mengalami defisiensi zat besi, yang umumnya disebut sebagai anemia, dibandingkan dengan remaja laki-laki. Masalah anemia pada remaja putri dapat disebabkan oleh kurangnya informasi, rendahnya kepedulian dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap kesehatan remaja, serta kurangnya pemanfaatan layanan kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri (p = 0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri (p = 0,004). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Pirngadi Medan.