Abstrak
Menurut Federation Dentaire Internationale (FDI) World Dental Federation, permasalahan yang umum terjadi pada gigi dan mulut adalah karies gigi. Karies merupakan penyakit paling umum dan paling banyak dialami oleh orang di dunia. Cakupan pelayanan kesehatan (penjaringan) anak sekolah kelas 1 di Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 2022 menunjukan bahwa didapatkan 13,7% anak SD harus mendapatkan perawatan gigi yang disebabkan karies gigi. Pada tahun 2023 karies gigi anak yang paling tinggi adalah Puskesmas Tembilahan Hulu sebanyak 590 anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Perilaku Ibu pada Anak yang Mengalami Karies Gigi di Sekolah Dasar (SD) Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu Tahun 2024. Jenis penelitan ini adalah Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di 10 Sekolah Dasar (SD) di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Hulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dari anak yang memiliki karies gigi yang berjumlah 590 ibu. Pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 100 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat, bivariat dengan uji chi squre dan multivariat dengan uji multiple logistic regression. Hasil analisis uji didapatkan terdapat hubungan antara konsumsi air hujan (p value=0,000, OR= 6,892), makanan kariogenik (pvalue=0,007, OR= 5,045), peran ibu (p value=0,016, OR=3,981), dan persepsi ibu (p value=0,043, OR=3,890) terhadap perilaku ibu pada anak memiliki karies gigi. Variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku ibu adalah konsumsi air hujan (p value=0,000, OR= 6,892). Diharapkan Pihak Puskesmas menyediakan program UKS berupa media dalam bentuk promosi Kesehatan Banner, Mading, Majalah dalam rangka menjelaskan bahwa konsumsi air hujan bisa menyebabkan karies gigi.
Kata kunci : Air Hujan, Karies Gigi, Makanan Kariogenik, Perilaku Ibu, dan Persepsi Ibu