Abstrak
Pre-eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang cukup serius dimana tekanan darah ibu hamil meningkat disertai adanya protein di dalam urine. Pre-eklampsia juga merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian pada ibu dan janin yang ada di dalam kandungan. Untuk mendeteksi seorang ibu hamil mengalami pre-eklampsia, penting bagi ibu hamil untuk melakukan antenatal care. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antenatal care dengan kejadian pre-eklampsia di Puskesmas Pembina. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pembina pada bulan Mei tahun 2023. Responden dalam penelitian ini sebanyak 89 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas ibu hamil tidak melakukan antenatal care (50,6%), dan yang mengalami pre-eklampsia sebanyak 17 orang (19,1%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antenatal care dengan kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil dengan p value 0,000. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan konseling dan motivasi bagi ibu hamil untuk melakukan antenatal care secara rutin, sehingga tenaga kesehatan dapat mendeteksi sedini mungkin gejala pre-eklampsia pada ibu hamil.