Abstrak
Diare merupakan buang air besar yang encer biasanya paling sedikit tiga kali dalam 24 jam, diare paling sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia antara umur 6 bulan 2 tahun. Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang behubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU Tahun 2022. Metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kunjungan balita di Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah Sampel penelitian ini adalah sebanyak 74 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik menggunakan uji chi-square menunjukan ada hubungan bermakna (p < 0.05) untuk umur (p value 0,000), pengetahuan (p value 0,014), status gizi (p value 0,000), sumber air bersih (p value 0,000), kepemilikan jamban (p value 0,000) dan kebiasaan cuci tangan (p value 0,000). Dari hasil analisis multivariat diperoleh faktor yang dominan terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU Tahun 2022 yaitu umur (p value 0,000) (OR 28,750) Kesimpulan ada hubungan bermakna (p < 0.05) untuk umur, pengetahuan, status gizi, sumber air bersih, kepemilikan jamban dan kebiasaan cuci tangan. Faktor yang dominan terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU Tahun 2022 yaitu umur .