Abstrak
Abstrak
Tujuan: Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi selain dari ASI untuk membantu tumbuh kembang anak agar tidak terjadi masalah gizi. Pemberian makanan yang kurang baik menyebabkan sebagian anak mengalami malnutrisi dan menjadi faktor kuat kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan berjumlah 150 orang dan direkrut dengan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuesioner praktik pemberian makanan pendamping ASI, dan data panjang badan dari Puskesmas Rejosari
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan usia pertama pemberian (p=0,006) dengan kejadian stunting adapun untuk frekuensi (p=0,815), tekstur (p=0,681), takaran (p=0,695) dan kandungan (p= 0,374) menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan kejadian stunting.
Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian makanan pendamping ASI yang diberikan pada anak harus sesuai dengan usia sehingga dapat mengurangi kejadian stunting pada anak
Kata kunci: Makanan pendamping ASI, usia, frekuensi, kandungan, tekstur, takaran, stunting, anak